Banyak orang yang mengatakan keimaman jama’ah (jokam) kita tidak sah. Karena hanya mengatur masalah akhirat saja. Salah satunya ialah penulis artikel berikut:
Pemahaman yang salah bahwa imam hanya mengurusi urusan akhirat saja
Perkataan : “Imam kami hanya mengurusi agama saja” adalah bukan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam dan para Sahabatnya, tetapi sunnah umat Katolik dan Paus-Paus-nya atau kaum sekuler yang memisahkan urusan agama dengan dunia. Sesungguhnya imam mengurusi keduanya seperti yang dikatakan Umar radhiyallahu ’anhu tatkala berpidato sebelum membai’at Abu Bakar radhiyallahu’anhu:
وإن الله قد جمع أمركم على خيركم
“…Dan sesungguhnya Allah telah mengumpulkan seluruh urusan kita dibawah pimpinan orang yang terbaik dari kalian (Abu Bakar radhiyallahu’anhu)”.[1]
Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam bersabda :
إنما الإمام جنة
Sesungguhnya imam itu bagaikan perisai [2]
Atau sabdanya :
السلطان ظل الله في الأرض
Penguasa adalah naungan Allah dimuka bumi [3]
Sebab imam melindungi semua hal yang bisa menyakiti rakyatnya. Misalnya dari serangan musuh, kaum perampok, pemberontak, dalam bidang ekonomi atau militer.
—————————————
1. Atsar ini dalam Sirah Ibn Hisyam (2/661), Ibn Hibban dalam Ats-Tsiqat (2/157), Ath-Thabari dalam Tarikh (2/449-450), dikutip As-Sayuthi dalam Tarikh Khulafa (1/27), Al-Muttaqi dalam Kanzul Ummal no. 14064, mengutip perkataan Al-Hafizh Ibn Katsir, “Isnadnya shahih” (Al-Bidayah An-Nihayah (5/248), (6/301)).
2. Bukhari no. 2737, Muslim no. 1841 juga oleh Nasai dalam Sunan (7/155) no. 4196 dan lainnya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.
3. Dalam Kitab Sunnah no. 855. Hadits ini dikeluarkan juga oleh Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7121. Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Dzilalul Jannah.
Diposkan oleh Rikrik Aulia Rahman Alu Hasan Abu Abdillah waktu 11/03/2008 09:11:00 PM
Saya katakan bahwa orang ini mungkin mantan jamaah. Dan mungkin dia kurang memahami konsep keimaman di jamaah. Yang benar di jamaah adalah “pendirian keimaman memiliki niat untuk memenuhi kewajiaban agama dan bukan mencari popularitas serta kekayaan seperti yang dituduhkan kepada Bapak Nurhasan”
Dan apa bila keimaman wajib mengatur ru’yah dalam bidang keduniaan maka sesungguhnya di jamaah tidak hanya mengurusi akhirat saja, tapi juga mengurusi masalah dunia juga. Contohnya:
EKONOMI
- untuk memajukan ekonomi jama’ah diijtihadkan “UB” Usaha Bersama.
- jamaah di ijtihadkan untuk selalu mujhid muzhid.
- banyak sekali nasihat, teks, makalah CAI yang menyangkut tata cara bermaisyah.
- baru-baru ini diijtihadkan agar para jamaah lebih memilih ekonomi berbasis syari’ah karena memiliki daya tahan yang lebih baik.
- subsidi / bantuan tunai untuk jamaah du’afa’ setiap bulannya.
KEAMANAN
- dibentuk SENKOM agar para jamaah mendapat informasi dari POLISI tentang keamanannya.
- dicetak para pesilat melalui Persinas ASAD agar para jamaah dapat menjaga keamanannya masing-masing.
- dibentuk BP yang selalu siap bila dibutuhkan untuk menjaga keamanan warga.
KESEHATAN
- para jamaah dianjurkan lewat teks bulanan untuk minum air minimal1 liter setiap pagi agar kesehatannya terjaga.
- para jamaah dilarang merokok karena selain mubadzir dan haram, rokok juga tidak baik untuk kesehatan.
- diijtihadkan tentang SENAM BAROKAH
- ada penerobos-penerobos tentang kesehatan jamaah. dalam tugasnya yang mereka sampaikan adalah hal-hal mengenai cara menjaga kesehatan jamaah.
Sebenarnya mungkin masih banyak lagi. Tapi untuk menyingkat waktu insya Alloh hanya itu yang saya sampaikan.
Sekarang saya balik tanya:
- siapa imam salafiyah indonesia??
- apakah Bapak SBY? atau MPR?
- kalau begitu apakah SBY/MPR mengatur AGAMA??
- bukankah sampai sekarang meraka hanya mengatur urusan dunia saja? ingat saat AA Gym poligami, bukankah pada saat itu SBY justru turut menyarankan agar AA Gym tidak pologami? mengapa pemerintah menunda pembubaran Ahmadiyah?
- bukankah point ke-4 menjelaskan bahwa SBY tidak menegakkan syariat dan justru menghalanginya??
- apakah Rosululloh dan Khulafaur Rasyidin berbuat seperti SBY??
afa laa ta’qiluum??